Kita tidak usah sok tahu dengan jenis kelamin Tuhan

Ketika kita mendiskusikan tentang teologi (masalah tentang ketuhanan) banyak keterbatasan kita sebagai seorang manusia untuk menyebutkan karakter tuhan. Dalam hal ini saya akan membicarakan kata ganti “tuhan” dalam sebuah kalimat.
Tom membeli pensil, dia adalah seorang siswa SD. Kata “dia” disini sangat layak kita ucapkan dalam pembicaraan sehari-hari. Karena Tom adalah manusia, dan kita juga manusia. Sangat tidak adil, ketika kita mengganti kata tuhan dengan he/she. Kita tidak usah sok tahu dengan jenis kelamin Tuhan. kita hanya manusia, takkan pernah menjangkau akan kebesaran tuhan.
Jadi saran saya, ketika kita menuliskan kata “tuhan” pada kalimat kita, sebaiknya kita tidak usah menggunakan kata ganti.

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: