Kecintaan kita kepada Tuhan adalah utuh

Seorang teman kuliah berkata “Ketika kita tidak bisa mencintai seorang wanita dengan baik, bagaimana kita akan belajar mengenal Tuhan?”
Terus aku bertanya “Parameternya kok begitu boss?”
Temanku menjawab “Ibarat Tuhan berfirman melalui Al Qur’an dan kita tidak mempelajari Tajwid, apakah kita akan mengerti bahasa Al Qur’an?”
Aku menjawab “:)”

Disini yang akan saya coba diskusikan adalah, parameter kita mencintai Tuhan dengan cara memcintai ciptaannya dulu. Mungkin logika itu akan benar jika, “Kita akan mencintai Linkin Park jika kita mencintai The Crawling”. Menurut saya hal ini sangat naif.
Aku teringat akan cerita Rabiah Al Adawiyah yang pernah mengalami suatu kejadian spiritual semasa hidupnya. Alkisah, pada suatu ketika ada beberapa orang laki-laki yang mencoba untuk melamar Rabiah, mereka menawarkan beberapa tawaran yang menarik, seperti janji akan membahagiakan Rabiah, akan mencintai hingga nafas terakhir dan lain-lain. Tapi apa yang Rabiah Al Adawiyah katakan? Dia menjawab lamaran dari laki-laki tersebut “Jika diantara kalian ada yang bisa menjamin dengan menikahi salah satu dari kalian aku akan masuk surga dan akan makin mencintai Tuhan, maka aku akan menerimaa lamaranmu” Kemudian laki-laki tersebut hanya diam dan pulang.
Sekilas yang saya simpulkan adalah “Ketika ciptaan Tuhan ada yang bisa membuat kalian makin mencintai Tuhn kalian, maka ambillah jika tidak biarkan”.
Banyak variabel kehidupan yang menarik menurut nafsu dan pertimbangan kita (seperti: jabatan, wanita, harta, umur panjang, hobi) maka kalo aku menyarankan “ambil” semua itu jika itu bisa membuatmu mendekatkan dengan Tuhanmu. Jika tidak, jangan diambil, bahkan wanita secantik Cleopatra.
Logika kita suka dan sangat cocok dengan nada, lirik, irama, dan warna musik lagu Crawling adalah start yang bagus untuk menjadi penggemar Linkin Park. So startnya dari karya Linkin park? Jika Linkin Park tidak menciptakan lagu Crawling,  kita tidak akan mencintai Linkin Park? Naif sekali..
Kecintaan kita kepada Tuhan adalah utuh. Tuhan Maha Besar dan Maha pengasih, dari situlah kita akan mencintai Tuhan dengan segenap jiwa raga kita.
Aku masih banyak belajar, mohon koreksi jika ada kesalahan..
Yang benar hanya milik Tuhan, dan aku hanya menuliskan sedikit ide dari otakku yang bodoh dan berusaha meyakinkan hati akan kebesaran Tuhan..

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: